Pages

Rabu, 29 Juni 2011

Walking In The Darkness Part 1

Hujan dipagi hari membuat suasana menjadi bosan apalagi jika hujan itu terjadi pada hari senin dimana kau memulai harimu setelah liburan sekolah walaupun hanya satu hari tapi cukup menyenangkan bagi anak - anak sekolah. Seperti halnya siswa di sebuah sekolah besar bernama SMA GARUDA yang selalu berteriak-teriak pada hari sab’tu besok libur-besok libur kepada semua orang padahal tanpa berkata demikianpun jika hari minggu memang waktunya untuk libur. Dan sekarang hampir semua anak-anak yang berkata besok libur-besok libur itu sedang berlarian agar tidak basah kuyup karena hujan yang sedikit menggangu mereka.
“ Haah…!, seharusnya hari ini tidak hujan menggangu saja “ kata Dian sambil menatap langit yang gelap.
“ Setidaknya kita sudah berteduh tidak seperti mereka ” kata Ardi sambil menatap murid-murid lain yang sedang berlarian mencari tempat berteduh, “seperti orang bodoh” katanya sambil tersenyum

Gin yang dari tadi diam saja sekarang berjalan dan berhenti di depan mereka lalu mengulurkan tangannya pada tetesan air hujan sehingga membuat tangannya basah
“ Kenapa kau Gin, apa kau mau hujan-hujanan ? ” kata Ardi sambil tersenyum mengejek.Gin diam saja.
“ Hujan adalah sesuatu pemberian Tuhan kepada kita, kita seharusnya bersyukur. Tapi kita, manusia malah berlari dan bersembunyi dari air hujan, kenapa mereka bersembunyi dari pemberian tuhan. Hujan adalah sesuatu yang ajaib tapi kenapa manusia malah menghindarinya apa karena sesuatu yang ajaib seperti hujan ini sering terjadi sehingga menjadi biasa saja, apakah karena manusia juga bisa membuat hujan sehingga mereka mengabaikannya. Apakah begitu cara kalian menerima pemberian dari Tuhan? ”
“ Hey… hey…, kau ini bicara apa, jangan berkata seperti itu, kata-katamu membuat aku terlihat berdosa ” kata Dian, tapi Gin hanya diam dan tetap membiarkan tangannya terkena tetesan hujan
“ Mensyukuri sih mensyukuri tapi masa harus hujan-hujanan ” sambung Ardi
“ Sudah tidak usah didengarkan, kita berteduh saja disini, lagi pula bell masuk belum berbunyi ” kata Alex
“ Apakah seperti itu cara kalian mensyukuri nikmat Tuhan? ” ujar Gin sambil menatap langit
“ Jika memang begitu kau mau apa, apa kau mau hujan-hujanan lalu berkata lihatlah aku, aku adalah orang yang mensyukuri nikmat tuhan. Hmph! Konyol ” ujar Alex yang terlihat bosan mendengar kata - kata Gin.
“ Memang itu yang akan ku lakukan” kata Gin sambil berjalan di bawah siraman hujan
“ Seorang New Hero adalah seseorang yang mensyukuri nikmat tuhan entah itu baik entah itu buruk …………” 
“ Aku merasa kasihan pada ibunya ” kata Alex sambil menatap Gin yang berjalan ditengah siraman hujan.
“ Memangnya ada apa dengan Ibunya Gin, Al ? ” tanya Goro
”Sebaiknya kau tidak kuberitahu aku takut kau nanti menangis ” jawab Alex. Lalu tidak lama kemudan Bell sekolah pun berbunyi mendakan pelajaran pertama di hari senin akan segera dimulai


***

“…. jadi anak begitulah perjuangan para pahlawan-pahlawan kita, sehingga negara kita Indonesia ini bisa merdeka sampai sekarang ” kata pak usup mengakhiri cerita sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang fenomenal.
” Baiklah anak-anak apa ada diantara kalian yang mau menanyakan sesuatu tentang sejarah bangsa kita ” lanjutnya sambil memandang murid-muridnya.
“Pak, para pahlawan itu sudah tiada jadi siapa yang mengantikan perjuangannya sekarang ?” tanya salah seorang murid.
“ Tentu saja kita semua ” jawab Alex “ …. masa begitu saja tidak tahu memalukan! ” lanjutnya dengan nada bosan..
“Al jawabanmu sudah benar tapi tidak perlu begitu ” kata pak Usup
“ Tentu saja jawabanku benar hanya orang bodoh yang tidak tahu ” lanjutnya
“Al jaga ucapanmu !! ” sentak Pak Usup.
Ketika pak usup selesai berbicara, terdengar suara tawa seorang siswa dari bangku paling belakang, lalu semua orang yang ada di ruangan kelas memandang siswa itu.
” Pertanyaannya salah dan jawabanya pun salah ” katanya lalu sambil menatap jam, dia tersenyum satu menit lagi istirahat pikirnya
“ Apa maksudmu, Gin ? ”
“ Jelas itu salah Pak. Pahlawan tidak bisa digantikan, dan untukmu Al, belum tentu kita semua yang ada disini bisa jadi pahlawan ” jawab Gin sambil berdiri dan memulai langkahnya.
“ Bisakah kamu jelaskan agar teman-temanmu paham dengan ucapanmu ” pinta Pak Usup
“ Seperti yang ku katakan tadi, pahlawan tidak bisa digantikan dan belum tentu kita semua jadi pahlawan …. ”
“ Tentu bisa asalkan kita berusaha kita bisa mengantikan para pahlawan ” potong Alex.
Gin menggelengkan kepalanya, ia berjalan melewati Alex, menuju depan kelas.
“ Berusaha, ya. Jadi apakah kau bisa mengantikan rasa sakitnya saat tertembak peluru panas saat mereka berjuang “ lanjutnya sambil menatap tajam pada Alex.
“ ….atau apakah kau bisa menggantikan rasa kehilangan yang mereka rasakan saat para penjajah membunuh teman atau keluarga mereka, dan apakah kau bisa mengantikan nyawa yang hilang dari para pahlawan, apakah kau bisa !, jadi siapakah diantara kalian disini yang bisa menggantikanya. Kalau aku, jujur saja aku tidak sanggup tapi, aku akan berusaha menjadi NEW HERO dengan caraku sendiri ”.
Ketika Gin selesai berbicara dia sudah berada di depan pintu keluar kelas. Semua orang yang ada diruangan itu diam membisu mendengarkan penjelasan dari Gin. 
“ Mau kemana kamu, Gin ? ” tanya Pak Usup tiba - tiba.
Gin menoleh kebelakang dan menatap pak Usup, lalu tanpa mendapatkan jawaban dari gin Pak Usup sudah mendapatkan jawabannya karena pada saat itu bell tanda istirahat berbunyi.
“ Aku duluan Pak ” kata Gin tersenyum, dia pun pergi keluar kelas.
“ Baiklah anak-anak waktunya istirahat, oh, ya satu lagi, siapa yang hari ini tidak masuk”
“ Nihil pak…..”
“ Nihil ya, tapi aku melihat tempat kosong disana ” kata Pak Usup menunjuk tempat kosong disamping jendela kaca.
“ ….apakah memang tempat itu tak berpenghuni ? ”
“ Oh, tempat itu milik Arizein, Pak ” jawab seorang siswa
“ Tidak ikut pelajaranku lagi, berani betul dia, tapi ya sudahlah biarku urus nanti. Oke anak-anak sampai bertemu dipelajaran berikutnya”
“ ya, pak…………!

“ New Hero… New Hero !, apa tidak ada kata-kata lain yang bisa dia katakan selain kata-kata itu aku sudah muak ” protes Alex.
“ Bukanya itu keren Al, jarang-jarang ada orang sekeren dia dikelas ini ”kata Goro
“ Memang keren, aku suka cara dia bicara sambil berjalan kearah pintu, lalu disaat dia selesai berbicara, tepat didepan pintu. Bell berbunyi, seperti pemeran utama dalam sebuah cerita saja” kata Ardi kagum.
“ Setujuh Ar, tapi kalau dia pemeran utama dalam sebuah cerita, kita disini memerankan apa? ” tanya Dian
“ Hm….., tentu saja teman baik sang pemeran utama ” jawabnya

“ Hei jika dia sang pemeran utama, siapa ya, yang kira – kira pantas jadi musuhnya. Apakah kalian setujuh denganku soal siapa yang pantas menjadi musuhnya ” tanya Goro sambil menahan tawa.
Mereka kelihatan paham dengan apa yang dikatakan Goro, tentang siapa yang dipilih mereka sebagai musuh yang cocok, tanpa mengatakannya Goro, Ardi dan Dian menoleh pada sang musuh yang sudah melotot sambil menatap mereka karena Alex sudah tahu hanya dia orang yang pantas jadi musuh.
“ Hey...…!, para teman baik pemeran utama. Apa kalian tahu apa yang dilakukan orang jahat sepertiku ” kata Alex sang musuh sambil memegang penggarisnya yang tebal, tanpa menjawab mereka bertiga berlari keluar kelas sambil tertawa.

***
Disebuah halaman sekolah yang tumbuhi oleh pepohonan, tepat ditengah halaman tersebut terdapat pohon besar yang seolah - olah menjadi inti dari halaman tersebut, dimana seorang disiswa sedang tertidur di tempat itu. Tiba - tiba Seseorang  menghampirinya.
“ Hallo apa kabar ? ”
Tapi yang ditanya tidak menjawab hanya menatapnya sekilas.
“ Aku dengar kamu tidak mengikuti pelajaran lagi ? ”
“ Benar, apa kau mau menghukumku? ”
“ Tidak juga. Dengar Zein, aku tahu kamu pintar tapi sepintar apapun kamu, jika kau terus membolos saat pelajaran lama-lama kepintaranmu itu akan hilang, dan kamu akan tertinggal oleh yang lain”
“ Jika memang hilang, akan aku cari, jika tertinggal akan ku kejar ”
“ Terserah kau saja, tapi ingat aku ingin melihat kamu mengkuti pelajaran setelah istirahat selesai ”

***

Kukai seorang murid dari kelas 3A berjalan masuk kedalam ruang kelas 3B dengan membawa tasnya lalu dia tersenyum pada beberapa orang yang dia kenal
“ Hey, sudah masuk kok masih sepi-sepi aja, gurunya kemana ? ”
“ Entahlah, tapi bukanya bagus jadi bisa santai ” kata Diaz “ .... hei Kai sedang apa kau disini pakai bawa tas segala ” lanjutnya.
“ Mulai hari ini aku pindah kelas, dan kelas ini yang kupilih ” jawabnya sambil memandang ruang kelas “ Hei, apa ada tempat kosong disini ? ” lanjutnya.
“ Sayang sekali, sepertinya sudah penuh, lagi pula disini tidak menerima orang buangan dari kelas lain” sambung Ryan “ ……dan asal kau tahu dikelas ini hanya berisikan orang-orang yang pintar kau tahu sendirikan kelas kami adalah kelas dengan nilai rata-rata tertinggi disaat tes maupun ulangan dan untuk menerima murid buangan sepertimu sepertinya sulit ”
“ Sombong sekali kau, tapi itu bagus. Dengan ucapanmu itu aku samakin ingin pindah kekelas ini ".
Pada saat Kukai selesai bicara, sekelompok Geng pemegang ruang kelas 3B masuk ke kelas, lalu mereka melihat kukai yang berdiri disamping Diaz, salah satu dari mereka menghampiri Kukai
“ Sedang apa kau disini ?” tanyanya dengan nada bermusuhan
“ .....Aku akan pindah ke kelas ini, karena di kelasku tidak ada musuh yang simbang denganku dan aku lihat disini banyak musuh yang seimbang denganku atau bahkan lebih kuat diatasku ”
“Apakah aku termasuk salah satunya ?”tanya siswa yg satunya lagi.
“ Sayang sekali kau tidak termasuk, bagiku kau hanya sampah penggangu ” kata Kukai sambil tersenyum,
Akan tetapi siswa itu tidak marah malah tertawa 
“ Biarlah, setidaknya aku bukan sampah biasa, bukankan?. Lama tidak terlihat kemana saja kau Kai?”
“ Aku sama sepertimu L, masih menunggu hari minggu ” jawabnya sambil menjabat tangan Muel.
“ Percuma, karena tanpa kau tunggu pun hari minggu akan datang asal kau masih hidup, Kai ”
“ Benar juga”
“ Kai serius kau mau pindah kelas ?” tanya Muza
“ Ya, tentu saja. Aku bosan dikelasku jadi aku pindah kesini ” jawab Kukai “ Kalian tidak keberatan, kan”
“ Tentu saja tidak, semua terserah kau saja, tapi jangan mentang-mentang kau ketua OSIS disini kau bisa pindah kelas sesuka hatimu, apa kau sudah izin pada kepala sekolah, lalu wali kelas dan ketua kelas? ” tanya Dharma.
“ Tenang, semua sudah diatur, tinggal persetujuan dari ketua kelas kalian” jawab Kukai
“ Ketua kelas disini Gin, dan jika kau tidak mendapat persetujuan dari dia, bilang padaku biar aku urus” kata Muel.
“ Tidak, L tidak perlu, biar aku urus sendiri,. Baiklah, sekarang bisakah kalian carikan tempat duduk untuku? ” Tanya Kukai sambil menyerahkan tas pada Muel
“ Itu mudah ” jawab Muel sambil menerima tas Kukai.
Setelah Ia memberikan tasnya pada Muel, Kukai berjalan pergi meninggalkan kelas
“ Mau kemana dia L?”
“ Tentu saja mengurus masalahnya ”

***


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kantor kepala sekolah 
“ ya, masuk saja tidak dikunci ” ujar Pak Reinhard, kepala sekolah. Lalu masuklah seorang siswa dengan wajah tanpa ekspresi. Lalu Pak Reinhard menatapnya sebentar sambil dia membuka laci mejanya dan mengambil sebuah dokumen.               
”Silakan duduk Zein. Aku sudah menunggumu dari tadi ”
“ Jadi, ada apa anda memanggilku  ”
“ Seperti biasa, kau selalu seperti itu. Beberapa hari lagi akan ada wartawan dari majalah High Scholl. Mereka ingin mewawancaraimu dan meminta biografimu, dan kau hanya perlu membaca ini” kata Pak Reinhard sambil memberikan sebuah dokumen. Lalu arizen menerima lembaran dan mulai melihat-lihat isinya 
“ Inti dari wawancara nanti sudah tertulis disitu beserta jawabannya jadi kau hanya harus mengingatnya lalu jika sudah, serahkan Biografimu,”
“ Biografiku..?”
“ ya,biografimu”
“Anda yang membuat biografiku…? ”tanyanya datar.
“ ya, aku yang membuatnya untukmu. Dengar Zein, kau akan aku ikutsertakan lagi dalam sebuah kompetisi Nasional.Dan kuharap kau tidak akan mengecewakanku. Tapi aku yakin kau tidak akan mengecewakanku ".
“ Hanya lakukan seperti yang biasa aku lakukan.Baiklah, hanya harus seperti itu kan?. Aku rasa ini sudah selesai. Aku pergi, Permisi ".
Hmph! anak itu. sama sekali tidak berubah Pikir Pak Reinhard

Ketika Arizen menutup pintu, ada seorang siswa bersandar ke tembok seolah - olah menunggu Arizein keluar. namun Arizein tidak memperdulikannya, dia terus berjalan melewatinya.
“ ......Tidak kusangka orang yang hebat sepertimu ternyata tidak lebih dari sebuah boneka,boneka kepala sekolah. Pantas saja kau sangat dingin pada semua orang dan tidak perduli sdengan apa yg terjadi disekelilingmu ” Katanya.
Arizein menghentikan langkahnya  namun melanjutkannya kembali l
”Kau hanya mainannya, kau manusia yang tidak punya tujuan dan ambisi. Ku hanya orang yang berjalan diatas rel yang sudah disediakan oleh kepala sekolah tanpa ada itu aku yakin kau tidak punya tujuan ”
Sekarang Arizein Benar-benar menghentikan langkahnya
“ Hmph! tahu apa kau, tentang aku ”tanya Arizen datar
“ Aku tahu semua tentangmu karena kau hanya sebuah boneka ”katanya.
Tiba - tiba seorang guru muncul dari pertigaan koridor dekat mereka berdiri
“ Wah....wah , murid-muridku yang cerdas sedang apa kalian. berdiri didepan kantor kepala sekolah?” Tanya Pak Radi. " Dan kau Zein, bukankah kelasmu sudah masuk ? "
“ Maaf, aku hanya mengambil berkas ini dari Pak Reinhard ”kata Arizein sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
Anak aneh, mengapa ya, anak - anak seperti itu memiliki potensi yang mengagumkan.pikir Radex " ........ lalu kau sedang apa Cort ? "
“Aku hanya kebetulan sedang jalan-jalan didekat sini, lalu melihat Arizein dan tiba-tiba bapak muncul  ”jawabnya ” jika bapak tidak ada sesuatu yang akan ditanyakan lagi sebaiknya aku masuk kelas, permisi ”
" Anak - anak yang Aneh " Gumam Pak Radex.
“.... Siapa yang aneh, Pak " tanya seseorang tiba - tiba, yang ternyata adalah Pak Reinhard.
***
Gin bersandar di sebuah pohon sambil menatap langit yang cerah. pandangannya beralih pada junior - juniornya yang sedang asik bermain sepak bola, sekilas terdengar tawa para juniornya yang menikmati permainan bola. Gin tersenyum sambil kembali menatap langit 
“ Hidup adalah seperti sebuah permainan catur yang mana kita adalah sebuah bidaknya dan digerakan olehNYA. Terserah DIA mau menjadikan kita seperti apa entah itu Pawn, Rook, Knight, Bishop, Queen atau King. Entah hitam, entah putih. DIA sudah memberi jalan dan kita tinggal memilih, kita bisa hidup karena ada yang menghidupkan dan ada yang menggerakan semua itu adalah titipan NYA dan suatu saat akan diambil. Pada kenyataannya hidup adalah sebuah kematian………”
“ Tapi kematian membawa kita pada kekekalan yang abadi Gin. Kematian pula yang membuat kita tahu untuk apa kita hidup”potong kukai, lalu Gin menurunkan pandangannya dari langit kearah darimana suara itu datang dan ternyata dia adalah Kukai.Lalu Gin tersenyum dan berkata
“itu menurutmu karena orang lain takan mengerti apa yang kau rasakan saat menghadapi kematian tapi walau mengertipun tetap tak bisa memahami untuk apa mereka hidup. ”
“ Kau tidak berubah ya, Gin. Masih sama seperti dahulu, suka melontarkan kata - kata yang mengandung filosofi."
“ Mungkin, karena aku seorang Filosofi ” kata Gin sambil tertawa.
” Lama  tak  jumpa kemana saja kau ? ”
“ Sama sepertimu, sibuk ” jawab Kukai sambil menjabat tangan Gin,.
Sebenarnya Kukai dan Gin adalah sahabat lama mereka dijuluki 3boy bersama Arizen, namun entah mengapa Arizen tiba-tiba menutup diri. Dahulu mereka selalu melakukan hal - hal yang membuat orang disekitar mereka kagum. Mereka terkadang melakukan hal - hal yang aneh namun sangat berguna untuk orang lain.
” Hei, Gin, jika benar hidup adalah seperti sebuah permainan catur. Kau akan memilih menjadi  apa ?, Rook Knight atau Bishop? ”tanya Kukai
“ Entahlah, tapi jika aku boleh memilih maka aku lebih baik menjadi knight” jawabnya” ....bagaimana denganmu ? ”
“ Aku pilih Pawn saja ”
“ Pawn, kau pilih Pawn ?”
“ Ya, memang kenapa, asal kau tahu Pawn itu  bisa berubah jadi apa saja kecuali King asalkan dia berhasil terus berjalan kebaris akhir maka dia akan berevolusi ”
“ Tidak semudah itu, Kai. Didunia ini tidak ada yang semudah itu”
“ Tidak juga, buktinya dalam catur Pawn bisa berubah”
“ ya, memang benar. Tapi di kehidupan ini tidak ada yang semudah itu. Dengar aku memang tadi mengatakan kehidupan didunia memang seperti permainan dalam catur tapi tidak mirip dengan permainan catur sungguhan yang dimainkan oleh sesama manusia. Jalannya catur yang kita mainkan didunia ini sudah diatur ”
“ Jadi dengan kata lain saat kau berkata seperti tadi, kau hanya asal bicara dan semua itu tidak benar ? ”
“ Entahlah, karena yang menurutku benar belum tentu benar menurut orang lain. Itulah Kebenaran. Dan setiap manusia memiliki kebenarannya masing - masing."
“ ya, tentu dan seperti ucapanmu yang akan ku anggap salah ” kata kukai sambil tersenyum sinis, Gin yang melihat itupun juga ikut tersenyum 
 “ Tentu saja belum tentu ucapanku benar, karena aku hanya manusia biasa ”
Ketika Gin selesai berkata, meraka berdua tertawa terbahak - bahak.
“hahaha……..,kau memang selalu begitu, kau bertahan dengan mengembalikan kata-kataku”kata Gin sambil memukul pundak kukai
“ya,bukankah itu salah satu keahlianku, memanfaatkanmu dan untuk itu aku kesini untuk bertemu dengan mu Gin”

BERSAMBUNG.........!

2 komentar:

  1. Masih dalam proses editing dan masih banyak kekurangannya, jadi mohon maaf untuk ketidaknyamanannya. Untuk kelanjutannya masih mencari inspirasi dan referensi

    BalasHapus
  2. komentar ya,,,
    hmm,,emang sih masalah teknis itu kdang di sampingkan orang. tp,, kdang teknis itu pnting. aq kmren smpet ngmong ama slah 1 kakakQ yg ada d ukm yg aq ikutin skrng. aq ngmong k dy ," kdang tanda baca itu pnting,mbak biar pmbaca itu lbih ngrti mksd yg kita sampe'in. cobadeh baca artikel2 klo ga y novel" yg pnulisnya udah pnya nama. mereka pnter bwt mlih kata2 dan cara untuk pembaca ngrti mksd'nya dy (ngmbil sudut pndang pembaca, bkan sdut pandang pengarang)."

    nah, aq nemuin tuh. slah satunya ni
    *seharusnya hari ini tidak hujan menggangu saja" nah, tu kan sa d tulis #seharusnya hari ini tidak hujan ,menggangu saja"

    trus, ada lagi (menggebu- gebu aq. hahha),,,
    pmikir filsafat itu di sebutnya "filsuf" mamen. bkan seorang filosofi. filosofi tu ilmunya.

    trus,, ni cm pndapat aq doang.hdup itu bagai permainan catur. hmmm,, aq krng setuju. dalam permainan catur itu ada stratanya(level). nah, klo mnrtQ tu smua orang disini smua king & queen. tokoh utama semua. aq bru ngrasa td pagi . semua orang pnya jlan crita yg udah di siapin. dan kita dituntut untuk mnjadi tokoh utama dlam naskah hidup kita.

    BalasHapus